Report Touring 2 Pulsarian RISKA Curug Naga Megamendung – Rumah

Posted: 21 Februari 2012 in Pulsarian

Tepatnya hari minggu 19 Ferbruary 2012,

Berawal dari sebuah komunitas RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) melakukan acara Quran Camp atau pelantikan kelulusan bagi para peserta perkuliahan SDTNI (Studi Dasar Terpadu Nilai Islam), Bertempat di Curug Naga Megamendung Bogor, perjalanan ke Curug Naga dari rumah dilakukan pada hari sabtu 18 February 2012 pukul 15:00 waktu setempat, keberangkat menuju lokasi dilakukan dengan santai dan bergembira ria seperti tak terasa ada rintangang sedikitpun, yang jelas saya belum pernah ke megamendung sendiri dan naik motor, yang saya ingat terkahir saya ke megamendung adalah sewaktu saya kelas 6 SD, dan sekarang saya sudah berusia 21 tahun sudah lama sekali saya tidak bermain kedaerah megamendung, setelah searching di google maps dan bertanya pada panitia acara, tujuan pertama saya adalah mencari masjid cipayung bogor, perjalan sunggu lancar dan menyenangkan.

Setelah melewati perempatan pasar ciawi, atau biasa yang disebut tajur, atau bisa juga disebut perempatan sukabumi, saya mulai bersiap2 mencari masjid cipayung, karena memang belum pernah melihat masjid cipayung saat mendekati gadog saya bertanya pada tukang ojek, kemana arah megamendung, ternyata 5 km lagi kira2 akan sampai di masjid cipayung lalu belok kiri, ok dengan info seperti itu saya terus menelusuri jalan raya bogor menuju megamendung, sesampainya di masjid saya bertanya lagi kemana arah megamendung, ternyata benar belok kiri dan terus menelusuri jalan ini, kemudian sambil berjalan beberapa saat saya bertanya kembali kemana arah villa reserse polri, karena itu patokan arah menuju curug naga dari info yang saya dapat, ternyata villa reserse polri terletak dipaling ujung dan atas jalan ini, sungguh jauh sekali, sambil terus berjalan tak terasa matahari sudah mulai tenggelam dan jalan sudah mulai gelap.

Ok, ternyata tantangan baru dimulai, jalan sudah gelap, perjalanan pun saya tidak tahu ujungnya dimana, dengan modal nekat saya terus menelusuri jalan yang bermodalkan feeling tanpa penunjuk arah sama sekali, perlahan – lahan rumah penduduk pun sudah mulai berkurang, akhirnya tidak ada rumah penduduk, dan jalanan pun seperti terasa melusuri sebuah hutan, disetiap ada percabangan jalan, saya selalu berhenti dan menunggu ada orang lewat, kemudian saya bertanya, dan ada percabangan kembali saya selalu melakukan hal yang sama, terakhir kemudian sudah sangat gelap sekali dan tiada seorang pun yang lewat jalan ini, tiba – tiba ada cahaya besar mendekat, dan saya kaget setengah mati, ternyata ini hanya sebuah pantulan cahaya motor ke jalan yang terpantul karena keadaan jalan yang mengandung embun, Alahmdulilah bukan apa2.

Terus menelusuri hutan belantara, akhirnya sampailah pada tantangan terakhir, jalan yang begitu curam menurun dan berbantu, dengan keberanian dan pengalaman yang ada, saya menuruni jalan berbatu sambil melakukan pengereman berkala dan memainkan engine brake, Alahmdulilah sampailah pada lokasi Curug Naga, luar biasa perjalan sendirian yang meneganggkan, meneganngkan karena jalan yang cukup sulit dilewati dan gelapnya kondisi jalan saat itu.

Hari minggu, saya beranjak pulang, kebetulan ada Irham Makamaru, Rookie Pulsarian Bayonet yang juga anggota RISKA, ternyata saya pulang dengan adanya teman, syukurlah ada yang bareng, dan Irham mengusulkan jalan melewati bukit pelangi, karena dia bilang lebih cepat lewat sana, baiklah, setelah itu kita bergegas mempersiapkan diri, tak lupa mengenakan safety gear (perlengakapan aman berkendara) seperti, helm, sepatu diatas mata kaki, jaket, celana jeans, sarung tangan, serta protektor lutut dan siku, setelah selesai mengenakan semua itu, tak lupa kita mengecek T-CLOCK (Tires Chain Liquid Oil Chasis Kick Stand) ternyata ban belakang saya sudah mulai botak, dengan kekhawatiran yang saya miliki, saya sudah berasumsi bahwa motor ini akan berbahaya jika menanjak jalan berbatu yang terjal, perjalanan pun dimulai pukul 16:00 waktu setempat.

Tantangan pertama yang kami tempuh adalah jalan menanjak terjal dan berbatu, irham makamaru mulus melewati jalan ini, tetapi ketika saya melewati jalan ini, setengah perjalanan menanjak ban belakang lepas kontrol dan oleng, kemudian tak mampu mempertahankan posisi motor akhirnya saya terjatuh, ini ke empat kalinya saya tertolong oleh engine guard dan top box yang memberikan rongga pada kaki saya agar tidak terjepit dan menyelamatkan tangki motor saya dari lecet ataupun penyok, ternyata sangat pentingnya engine guard ini terpasang pada motor kesayangan anda, kemudian saya berdirikan motor yang berat kosongnya kira2 150kg ditambah full top box kappa 46 dan full bensin, pada keadaan jalan yang menurun tajam, kemudian saya pinggirkan dan berfikir kenapa ini terjadi?

Akhirnya ada mobil peserta SDTNI 43 bernama Rio yang lewat dan membantu saya mendorong motor ini untuk dapat menanjak, dan kemudian karena Irham merasa saya tidak datang2 menemuinya, kemudian Irham balik arah dan menjemput saya, dan menanyakan apa yang terjadi, saya menjawab bannya licin tidak dapat menanjak, kemudian setelah menepikan motor saya merenungi kembali dan menyimpulkan bahwa ban ini terlalu keras tekanannya, karena memang sudah lama sekali saya tidak melakukan touring seperti ini, kemudian saya mengurangi tekanan ban belakang yang tadinya 40 psi menjadi 35 psi, dan ban depan yang tadinya 33 psi menjadi 29 psi, kemudian kami berjalan kembali dan sambil merasakan apakah sudah cukup aman, ok ternyata sudah aman tekanan ban ini, kita menambah kecepatan dalam jalanan bukit yang curam dan terjal, luar biasa adrenalin yang terjadi saat saya berkendara motor, tidak bisa diungkapkan, karena kita mendaki, turunan, menikung tajam dalam kecepatan yang tinggi sehingga kita sangat sering melewati pengendaraan lain, dan tak ada satu pengendara lain pun yang berhasil mengikuti kita, semua tertinggal dibelakang, skill riding ini harus dilatih dan dipelajari terus menerus.

Kemudian kami memilih melewati gadog yang akan menembus bukit pelangi, jalannya yang cukup terjal, mendaki. menurun, menikung sangat tajam, kuakui dengan jam terbang yang dibilang belum banyak tapi skill mengendara Irham Makamaru sungguh hebat, dia bisa melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam menanjak, turunan, ataupun menikung, mungkin karena tergolong motornya masih baru P220, bannya masih baik kondisinya, dan tidak menggunakan box, sehingga titik berat keseimbangan motor tersebut masih tepat posisinya ditengah motor, berbeda dengan motor P200ku yang sudah menggunakan Top Box dan Engine Guard dalam menambah beban, yang membuat bergesernya titik berat keseimbangan motorku.

Ada masalah juga yang belum dapat terselesaikan adalah, belum terbiasanya diriku menggunakan cakram belakang, dimana cakram belakang ini baru saja kupasang di MJ Motor beberapa minggu sebelum touring ini, dan ternyata pemasangan Cakram Belakang ini belum sempurna, masih adanya gesekan – gesekan kecil pada cakram belakang ini, ternyata gesekan – gesekan kecil itu sangat terasa pada keceptan 90 km, dimana membuat ban belakang motor ini oleng, sehingga aku melakukan klakson panjang untuk memberitahu Irham bertindak sebagai RC (Road Captain) pada perjalanan kali ini, dan menghentikan motor sejenak kemudian mengecek kembali cakram belakang, memang betul ternyata pada kecepatan tinggi masalah ini sangat terasa, berbeda pada kecepatan rendah, hal ini tidak berdampak apa2 sama sekali, ok bulan depan saya akan komplain pemasangan ini ke MJ Motor dan sambil modif batok diganti dengan Batok Byson dan dipasangkan lampu HID untuk menambah penerangan P200 saya, karena memang pencahayaan pulsar dibawah generasi P220 kurang begitu terang, sehingga saya harus menambah penerangannya.

Alhamdulilah saya sampai dirumah pukul 19:00 waktu setempat dengan selamat, sangat melelahkan terutama dibagian punggung sampai leher, perjalanan yang sunggu mengasyikan segaligus meneganggkan dalam menyusuri hutan saat malam, basah, berbatu, tanah liat, licin, turunan curam, tanjakan terjal, tikungan tajam, ban yang sudah botak, waw luar biasa pengalaman kali ini, foto2nya akan menyusul, foto2nya kebanyakan foto outbound saat dilokasi, kita tunggu saja teman RISKA mengupload foto2 itu.

Catatan : hikmah, atau manfaat, atau hal baik yang saya ambil adalah, selalu perhatikan T-CLOCK sebelum berkendara, pastikan tekanan ban dalam tekanan yang pas tidak terlalu keras tidak terlalu kempes, dan seperti hukum fisika semakin luas lebar permukaan penampang maka akan semakin besar gaya geseknya, tetapi tidak terlau kempes karena akan menambah beban yang akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar, dan mengurangi kestabilan saat bermanuver, pastikan tekanan ban dalam keadaan yang sangat ideal, kemudian ternyata hidup di dunia ini kita tidak bisa sendiri, pasti suatu saat kita akan butuh pertolongan orang lain, sadar atau tidak sadar, oleh karena itu, seperti yang pernah Nabi katakan adalah, barangsiapa mempermudah urusan saudaranya, maka Allah akan mempermudah urusannya, jelas sekali hal ini terbukti nyata, maka Hablum minannas lah yang terbaik, maka Allah akan membalasnya dengan yang terbaik pula, mudah2an cerita ini bisa memberi manfaat, inspirasi, pelajaran, dan pengalam buat semua yang membacanya, ok sampai jumpa pada Report – report touring berikutnya, Thanks 😀

Iklan
Komentar
  1. vyaopi berkata:

    report nya di publish di media atuh, buar makin lengkap 🙂

  2. hehehe.. thanks udah mampir yah 🙂
    gmana yah caranya publish ke media?
    btw ini anak RISKA juga yah 🙂

  3. vyaopi berkata:

    yups, sama”.. saling mampir lah gan .. haha
    buanyak banget media yang bisa dimasukin .. klo di dakwatuna n fimadani mesti login dulu.. baru deh bisa posting kayak sistem wordpress gini.. nanti biar tim redaksi yang menyunting artikel yg bisa di publish dulu..
    alhamdulillah saya anak Ibu dan ayah ^.

    • sofyan berkata:

      Bro..jalannya ke curug naga Sma gk ke curug ciblao N curug panjang…pliZz infonya bro..

      Salam Touring
      Ketua DMC brotherhood bekasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s